Pada periode lebaran lalu, Bank Indonesia melaporkan data menggemberikan tentang peredaran uang palsu yang tidak ditemukan – padahal ini biasanya menjadi sesuatu yang banyak terjadi khususnya akan kebutuhan uang tunai yang sering terjadi pada setiap periode puasa hingga menjelang lebaran.

Laporan dari masyarakat selama periode puasa hingga lebaran tidak ada yang membuat tentang laporan uang palsu sehingga ini menjadi sesuatu hal yang baik karena berkurangnya peredaran uang palsu. Sebagai catatan, tahun lalu jumlah uang palsu yang beredar selama kurun waktu yang sama sekitar 9 dibanding 1 juta. Tahun ini khususnya pada periode puasa hingga lebaran perbandingan rasio antara uang palsu hanya 3 dibanding 1 juta.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia (BI), Suhaedi mengatakan tentang perkembangan menggemarikan ini. Dikutip melalui laman┬áliputan6.com ia mengatakan “Kami pantau selama ini perkembangannya sangat menggembirakan. Jumlahnya tetap terkendali. Selama Lebaran ini tidak ditemukan atau dilaporkan mengenai dugaan uang palsu,”

Peran masyarakat membuat peredaran uang palsu turun drastis

Ada pun menurut penuturan BI, penurunan drastis peredaran uang palsu ini merupakan peran aktif masyarakat yang semakin sadar akan keaslian dari uang rupiah asli. Dengan edukasi yang cukup, kini masyarakat lebih mengetahui dan waspada tentang uang palsu sehingga peredarannya lebih sulit terjadi.

Desain dari uang rupiah saat ini sendiri juga membuat kemudahan bagi masyarakat untuk lebih mengenal uang tersebut asli atau palsu.

Ada pun pihak BI sendiri sebelumnya juga telah menghimbau masyarakat untuk mewaspadai peredaran uang palsu khususnya pada periode Ramadhan hingga lebaran. Himbauan ini tampaknya memang direalisasikan dengan baik oleh masyarakat karena timbulnya kesadaran untuk menilai uang sebelum menerima dan menggunakannya.

Cara melihat keaslian uang sendiri sangatlah mudah. Metode ini dinamakan 3D(dilihat, diraba dan diterawang). Sosialisasi tentang pengecekan uang asli ini sendiri juga sering dilakukan diberbagai media sehingga membuat masyarakat lebih aktif dan sadar tentang mengantisipasi perederan uang palsu yang akan merugikan bagi banyak pihak. Lebih lanjut pihak BI juga mengajurkan masyarakat untuk melakukan 5 hal seperti tidak melipat uang, jangan dicoret, jangan disteples, jangan diremas dan terakhir jangan dibasahi.